Eunhae >.< Haehyuk Part 1

***

‘Embun di pagi buta menebarkan bau basah, detik demi detik ku hitung inikah saatku pergi. Oh tuhan ku cinta dia berikanlah aku hidup takkan kusakiti dia, hukum aku bila terjadi. Aku tak mudah untuk mencintai, aku tak mudah mengakuku cinta, aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta.’

***

>>Pagi hari yang indah, pagi hari yang aku rindukan. Entah berapa lama aku harus berada disini di dalam ruangan ini tanpa bisa melihat keadaan sekitar, sampai kapan tuhan? Apa kau ingin aku selamanya disini tanpa menemukan orang yang bisa sangat berarti bagiku?<<

 ‘tangisannya membuat aku ingin mempedulikannya’

…Hari ini lebih tepatnya hari senin saatnya untuk memulai semuanya, seorang gadis berjalan riang membawa tas punggungnya ke sekolah dengan bermacam-macam buku yang sudah tertata rapih di tentengnya dengan tangan mungilnya.

Sesaat wajahnya berubah ketika melihat keadaan di kelas, dia melihat keseluruh ruangan, semua pandanganpun ikut memandang gadis itu dengan tatapan merendahkan. dia tak bisa berbuat apa-apa, dia menahan tangis entah kenapa!

“heh mata empat, ngapain lo masuk sini lagi? Tempat lo itu dirumah bersiin rumah majikan lo.” Dia hanya menunduk tak ingin melawan, dia sudah sering menerima kata-kata itu.

Dia berjalan meninggalkan kelas yang sudah sedari pagi dia ingin kunjungi, dan akhirnya 1 tujuan untuknya adalah perpustakaan.

“hyukkie? Ada apa? Mau mengembalikan buku?” seorang wanita paru baya menyapanya dengan ulasan senyum sayang untuknya.

Hyukkie hanya menggeleng dan berjalan perlahan menuju sudut ruangan yang lumayan luas ini.

“hiks..” hanya suara tangisan yang terdengar sekarang.

Ya..hyukkie seorang gadis berkacamata dengan baju seragam yang agak kusut berumur sekitar 17 tahun dia sedang menangis sekarang. Meluapkan segala yang dia rasakaan selama ini.

***

‘senyumannya membuat aku tenang’

Keadaan sudah berbeda, hyukkie sudah kembali dengan senyumnya yang manis membuatnya tetap bersemangat untuk menjalani hari-harinya. Walaupun tetap saja tidak ada teman yang mau menemaninya.

“ya hyukkie bisakah kau mengerjakan soal ini?”

“bisa bu..” hyukkie maju ke depan kelas dan kadang sesekali membenarkan kacamatanya yang tidak pas.

“ha? Pembantu bisa ngerjain soal sesusah itu? Mustahil banget, saya aja bu yang ngerjain.” Seorang gadis seusia hyukkie tiba-tiba maju kedepan dan mengambil spidol yang di pegang hyukkie.

Hening—

Sementara hyukkie masih terdiam di depan memerhatikan tindakan yang di lakukan oleh gadis yang menyebalkan ini.

“selesai.. bagaimana bu?”

“salah..”

Seluruh keras hanya bisa melongo dengan apa yang dikatakan bu guru di depan ini, bagaimana bisa seorang juara kelas, seorang juara olimpiade matematika tidak bisa mengerjakan soal matematika yang saat mudah hanya menentukan kesebangunan bangun datar dan menghitung perbandingan yang bersesuaian. Mustahil !! *authornya masih smp, kelihatan banget kalo pelajaran smp*

Hyukkie hanya tersenyum kecil dan mengambil alih spidol dan mulai memperbaiki jawaban tadi.

“benar hyukkie.. kalian berdua boleh duduk..” telulas lagi senyum kemenangan yang di perlihatkan oleh hyukkie kepada seluruh kelas, ternyata dia bisa mengalahkan jagoan di kelas dengan hanya mengerjakan soal yang sangat mudah itu.

Teeetttt…teeettt..

Suara bel istirahatpun tiba setelah pelajaran yang bisa membuat hyukkie tersenyum walaupun hanya sekejap, setelah itu hyukkie memasang topengnya yang dingin, cuek, dan tabah.

Perpustakaan adalah tempat dimana hyukkie selalu menghabiskan waktunya, mesikupun tak ada orang yang mau menemaninya saat ini hanya karena status pekerjaan atau apalah tapi hyukkie tetap senang karena masih ada buku dan beberapa orang yang masih menghargainya.

***

Seorang lelaki tampan dia sedang tertidur pulas di kursi penyangganya dengan terbalut selimut tebal menghadap cahaya bias yang di pantulkan oleh jendela.

“hae..” suaranya lirih memanggil lelaki itu mungkin tak ingin membangunkannya.

Siapakah dia? Lelaki itu terlihat seperti tak berdaya untuk melakukan apapun, saat tidurpun wajahnya tidak terlalu terlihat tampan mungkin karena bedak yang cukup tebal menutupi wajahnya.

***

‘aku panic, entah kenapa dari awal aku memerhatikannya aku merasa ada sesuatu’

Hari sudah mulai menunjukkan ke indahannya, sore hari menjadi senja yang tak kalah indahnya. Tetapi seseorang masih saja membaca buku di perpustakaan sekolah. Hyukkie gadis berkaca mata dan masih duduk di kelas XI SMA ini sedang duduk manis di sudut ruangan perpustakaan. Dia menundukkan kepalanya sepertinya dia tidak sedang membaca tetapi—

“bisakah kau tidur dirumah saja?” seseorang memecahkan keheningan sekarang hanya ada hyukkie dan seseorang itu.

Hyukkie masih belum menjawab, sepertinya dia benar-benar tidur bukan membaca buku.

“hey.. bang—“ kata-kata itu berhenti ketika melihat hyukkie jatuh dari posisinya menjadi terlentang di atas lantai. Orang tadipun langsung panic melihat hyukkie seperti itu.

Sesuatu terjadi sore itu, hyukkie yang sudah sedari tadi bangun dari ketidak sadarnyapun sekarang sedang duduk di dekat jendela kamarnya yang berada di lantai dua. Dia tinggal bersama ayahnya dan wanita yang sama sekali tak di kenalnya di rumah yang lumayan besar ini, tapi walaupun hyukkie tergolong orang berada dia tidak menjadi orang yang berada di sekolahnya. Yaa.. karena sesuatu hal yang mengubahnya.

***

‘cantik hanya punya hatinya, walaupun—‘

Senyuman terpancar di keindahan matanya dan sudut bibirnya, dia berjalan riang menuju tempat favoritnya, dia menuju perpustakaan setelah bel  istirahat terdengar nyaring beberapa menit yang lalu.

Dia mencari buku cerita-cerita novel yang menurutnya cocok dengan hatinya sekarang. Dia mengambil buku bersampul biru muda dengan lapisan plastic tipis yang membalutnya, dia duduk di lantai tepat di sudut ruangan itu tempat favoritnya.

Terkadang senyumannya yang dia perlihatkannya ketika membaca buku itu memancarkan kesedihan tersendiri, dia menangis lagi. Apakah buku itu cukup mengharukan atau menyenangkan?

Teeettt..teeettt..

“cukup, besok dilanjutin lagi..” baru-baru ini kata-kata yang panjang terlontarkan dari bibir manis hyukkie. Dia menutup buku tersebut lalu menuju tempat peminjaman buku. Lalu setelah itu diapun berjalan menuju kelasnya yang karena bel tanda istirahat telah usai. Dia berjalan agak cepat menuju ‘nereka’ itu, karena takut jika terlambat pasti akan mendapatkan suatu ‘hadiah’ dari guru yang sedang mengajar.

“huhh..” hyukkie menghela nafas karena belum ada satu orang pun yang akan memberinya hadiah, dia berjalan dengan gayanya yang dingin, cuek dan seperti itulah.

***

‘dia pergi—entah!!‘

Hari sudah terik, menunjukkan keindahan tersendiri. Sekolah sudah terlalu sepi jika dikunjungi. Murid murid sudah keluar beberapa menit yang lalu.

“yakin sudah tidak ada orang pak?” kata seseorang pemuda sambil melirik gerbang yang sudah tertutup rapat di belakang penjaga sekolah itu.

“iya mas, saya sudah mengeceknya 2 kali.” Kata penjaga sekolah itu meyakinkan pemuda itu.

“diperpustakaan?” pemuda itu tetap ngotot dan terus bertanya.

“tadi pintunya sudah terkunci berarti sudah tidak ada orang mas.. sudah mas, lebih baik pulang. Saya juga mau pulang.” Penjaga sekolah itu mengusir dengan dana halus dan berlalu sambil menepuk bahu pemuda itu.

Pemuda itu masih termenung di tempatnya berdiri.

“tapi—dia belum keluar tadi. Padahal tadi juga aku melihatnya diperpustakaan. Apa sebaiknya aku masuk aja?” dia membiarkan pikiranya berdebat sesukanya, digelisah, bingung, semua jadi satu di dalam pikirannya. Baru ini dia mencemaskan seorang gadis yang..

*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s